Tampilkan postingan dengan label Budaya. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Budaya. Tampilkan semua postingan

Musik Tradisional Gendang Beleq

Pulau Lombok adalah sebuah pulau kecil yang terletak di provinsi nusa tenggara barat (NTB), Pulau kecil yang memiliki seribu budaya dan alam pariwisata yang mempesona nan eksotis, Seribu budaya adalah salah satu julukan untuk pulau kecil ini, bagi anda yang ingin merasakan dan melihat secara langsung kebudayaan-kebudayaan yang terdapat di pulau Lombok silahkan datang dan buktikan sendiri, namun sebelum anda datang secara langsung alangkah baiknya anda meluangkan waktu anda sejenak untuk membaca sedikit informasi  yang terdapat di beberapa halaman blog yang sangat sederhana dan sarat kekurangan ini.

Salah satu budaya yang akan kami bahas pada halaman ini adalah “musik tradisional gendang beleq”. Gendang beleq yang berarti Gendang Besar adalah salah satu musik tradisional asli masyarakat Lombok, gendang beleq merupakan musik tradisional campuran antara musik tradisional bali dengan musik tradisional Lombok yang terdiri dari beberapa alat seperti gendang, kerinci, simbal, suling dan gong.

Gendang beleq biasanya di pergunakan oleh sebagian besar masyarakat Lombok dalam sebuah acara-acara besar seperti nyongkol dan kitan. Namun pada saat ini sesuai dengan kemajuan-kemajuan di bidang pariwisata gendang beleq sering di pertunjukkan kepada para wisatawan yang berkunjung ke Pulau Lombok dengan tujuan untuk menarik dan memberikan kesan lebih kepada para wisatawan.


Sedikit info tentang Gendang Beleq :

  • Merupakan salah satu musik tradisional asli yang di miliki oleh masyarakat lombok
  • Apabila ingin menyaksikan pagelaran Gendang Beleq silahkan datang ke salah satu daerah pariwisata di pulau lombok seperti senggigi

Gallery Photo Gendang Beleq


Budaya Presean Lombok

Budaya Peresean adalah salah satu dari sekian banyaknya Budaya yang dimiliki oleh masyarakat Lombok, Peresean yang artinya pertarungan dengan menggunakan Penjalin (Rotan) sebagai alat pukul dan Ende (Perisai) sebagai alat pelindung memang sudah dikenal oleh masyarakat Lombok sejak lama.

Budaya Peresean adalah salah satu budaya yang terbilang "keras" karena dalam Budaya ini pemainnya (Pepadu) akan memperlihatkan sebuah aksi-aksi saling pukul sampai salah satu dari mereka mengeluarkan darah segar, Walaupun demikian budaya yang penuh dengan "kekerasan" itu masih di lestarikan hingga saat ini.

Keunikan dari Budaya Peresean ini bisa anda saksikan ketika para Pepadu (Petarung) sudah memulai aksi saling pukul-memukul dengan menggunakan Penjalin (Rottan), pada saat pertarungan dimulai para penabuh akan memainkan sebuah alat musik tradisional Pulau Lombok, sehingga pertarunganpun berlangsung dengan gaya lenggak-lenggok dari kedua Pepadu (Petarung) seirama dengan alat musik tradisional yang di mainkan oleh para penabuh, Pepadu (Petarung) saling menghalau dan memukul lawan sampai salah satu dari mereka mengeluarkan darah karena bocor ataupun ada salah satu dari mereka yang menyerah.

Budaya Peresean bermula dari luapan emosi para prajurit di jaman kerajaan taun jebot, setelah para perajurit kerajaan berhasil mengalahkan lawan di medan peperangan. Hingga saat ini Budaya Peresean masih di lestarikan dan di budayakan oleh masyarakat suku sasak dengan tujun untuk menguji keberanian atau nyali Teruna (Pemuda) sasak selain itu juga tujuan utama di lestarikannya Budaya Peresean ini adalah untuk menarik minat dari wisatawan mancanegara dan juga wisatawan lokal.


Sedikit info tentang Budaya Peresean


  • Merupakan salah satu dari sekian banyak Budaya asli suku sasak di Pulau Lombok
  • Peresean termasuk dalam katagori tarian tradisional
  • Dahulunya di gunakan untuk upacara meminta Hujan
  • Apabila anda ingin menyaksikan secara langsung silahkan datang ke Pulau Lombok, kami sarankan anda untuk datang ke Pantai Karang Atas Tanjung Lombok Utara di sana anda bisa menyaksikan secara langsung Budaya Presean pada setiap hari minggu sekitar jam 4 sore


Gallery Photo Budaya Presean

Rumah Adat Suku Sasak Lombok

Pulau Lombok merupakan sebuah pulau di kepulauan Nusa Tenggara yang terpisahkan oleh Selat Lombok dari Bali di sebelah Barat dan Selat Alas di sebelah Timur dari Sumbawa. Nah, untuk menuju pulau Lombok, anda dapat berangkat dari Jakarta, Surabaya, ataupun Bali menggunakan pesawat terbang. Sesampainya anda di pulau Lombok, anda dapat menjumpai rumah adat Sasak di desa Prigi kecamatan Suwela Lombok Timur, di desa Rambitan kecamatan Pujut Lombok Tengah, atau di desa Sukadana kecamatan Bayan Lombok Utara. Untuk mempermudah perjalanan menuju desa itu, anda dapat menggunakan mobil dari biro perjalanan di pusat kota Lombok.

Rumah tradisional Sasak dibangun dari anyaman bambu dan beberapa pilar bambu sebagai tiang penyangga rumah. Rumah Sasak memiliki atap berbentuk gunungan yang terlihat menukik ke bawah dan terbuat dari susunan alang-alang. Untuk lantai rumah, suku Sasak memanfaatkan tanah yang telah dicampur dengan batu bata, getah kayu pohon serta abu jerami. Seringkali masyarakat suku Sasak mengolesi lantai rumah dengan kotoran sapi atau kerbau yang telah dihaluskan dan dibakar. Bagi suku Sasak, campuran kotoran sapi atau kerbau diyakini dapat menjaga lantai agar tidak mudah lembab dan retak.
      
Untuk masuk ke dalam rumah Sasak, anda dapat menapaki tiga buah anak tangga yang terletak tepat di depan pintu masuk rumah. Anak tangga itu terbuat dari campuran batu bata, semen, serta tanah. Dalam kehidupan suku Sasak, jumlah anak tangga itu menjadi simbol, di dalam rumah itu terdiri dari ayah, ibu, serta anak. Menapaki tiga buah anak tangga itu menjadi simbol, setiap manusia yang ada di dunia selalu menjalani tiga alur kehidupan, lahir, berkembang, serta meninggal dunia.

Sesampainya di anak tangga teratas, anda dapat menjumpai pintu masuk rumah dari bambu yang berbentuk pintu geser. Karena tinggi pintu masuk rumah lebih pendek jika dibandingkan ukuran tinggi badan manusia normal, anda disarankan untuk merunduk ketika masuk ke dalam rumah Sasak. Turun temurun, tinggi pintu masuk rumah adat Sasak tidaklah berubah. Tinggi pintu rumah itu-pun memiliki arti. Masyarakat Sasak meyakini, posisi merunduk ketika masuk ke dalam rumah menjadi simbol, rasa hormat tamu kepada sang pemilik rumah.
      
Di dalam rumah adat Sasak terdapat beberapa ruangan yakni ruang tamu, bale luar dan bale dalam. Bale luar dimanfaatkan sebagai tempat tidur bagi anggota keluarga. Sementara bale dalam menjadi tempat untuk menyimpan persediaan makanan dan harta benda keluarga. Ketika ada anggota keluarga yang meninggal dunia, bale dalam dijadikan tempat untuk menyemayamkan jenasah sebelum dimakamkan. Tepat di samping tempat suku Sasak menyimpan persediaan makanan, terdapat dapur. Di dalam dapur inilah, anda dapat menjumpai tungku yang terbuat dari susunan batu bata. Suku Sasak memanfaatkan tungku itu untuk memasak dan ketika musim hujan tiba, tungku itu dijadikan perapian. Ketika anda mulai tertarik untuk melihat dari dekat bentuk rumah tradisional suku Sasak, pulau Lombok dapat menjadi tempat kunjungan wisata anda yang berikutnya

Gallery Photo Rumah Adat Suku Sasak